Initial Ss…

Sekedar Ingin Berbagi….

PERANAN PARTAI POLITIK DALAM PEMILIHAN LANGSUNG GUBERNUR

TUGAS

 

PERANAN PARTAI POLITIK

DALAM PEMILIHAN LANGSUNG GUBERNUR

 

 

 

 

O L E H  :

NAMA                     :         SARPAN SEITUKO

NO. STAMBUK       :         200641061

 

 

 

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SULAWESI TENGGARA

K E N D A R I

2007


B A B   I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pemilihan gubernur secara langsung merupakan angin segar bagi dunia perpolitikan lokal di Indonesia. Hal ini mengundang cukup besar antusiasme dari masyarakat yang seakan mendapat tempat dari implikasi UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Bahwa dengan adanya pemilihan secara langsung ini diharapkan dapat melahirkan pemimpin baru yang lebih bertanggung jawab dari sebelumnya. Hal ini lebih disebabkan karena dengan dipilihnya gubernur secara langsung, maka dalam pelaksanaan pemerintahan yang akan dipimpinnnya akan lebih berorientasi pada kepentingan masyarakat Sulawesi Tenggara itu sendiri. Kita ketahui bahwa melalui pemilihan inilah kita dapat mengetahui secara pasti apakah pemimpin yang sebelumnya masih disukai atau tidak sehingga  sudah pasti hasil dari pemilihan nantilah yang akan menjadi bukti dari masih disukai atau tidaknya mereka terhadap pemimpin yang sebelumnya.

Terlepas dari kenyataan sebelum itu, maka amatlah penting bagi partai politik sebagai sarana rekruitmen politik untuk bisa merekrut dan mengusulkan calon gubernur yang memang betul-betul menjadi harapan besar dari sebagian besar masyarakat Sulawesi Tenggara. Di mana harapan besar masyarakat Sulawesi Tenggara dari pemimpin yang mereka pilih secara langsung adalah bahwa pemimpin itu akan bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan rakyat. Selain itu partisipasi dari masyarakat itu sendiri amat dibutuhkan disini demi kemajuan Sulawesi Tenggara kearah yang mereka harapkan. Sehingga jelas bahwa semua itu tidak pernah lepas dari peranan partai politik di Sulawesi Tenggara. Atas dasar inilah sehingga penyusun mengangkat masalah yang akan dibahas dalam makalah yang berjudul “ Peranan Partai Politik Dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara 2007 ” ini.

B. Permasalahan

Sebagaimana dengan perananan masyarakat dalam keberlangsungan secara tertib pemilihan gubernur ini maka hal itu pula tidak terlepas dari peranan partai politik di Sulawesi Tenggara. Sehinga permasalahan yang akan dibahas disini adalah peranan partai politik dalam pemilihan gubernur Sulawesi Tenggara 2007.

C. Tujuan.

Dari permasalahan di atas maka tujuan dari penulisan makalah ini tidak lain adalah untuk mengetahui peranan partai politik dalam pemilihan gubernur Sulawesi Tenggara 2007.

B A B  II

KERANGKA TEORITIS

Definisi mengenai pertai politik telah banyak dikemukakan oleh para ahli diantaranaya adalah sebagai berikut :

Menurut Carl J. Friedrich, parati politik adalah sekelompok amnesia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintahahn bagi pimpinan partainya dan berdasarkan penguasaan ini memberikan kepada anggota partainya kemanfaatan yang bersifat idiil maupun materiil.

Menurut J.A. Corry dan Hendry J. Abraham, partai politik adalah merupakan suatu perkumpulan yang bermaksud untuk mengontrol jalannya pemerintahan dengan cara menempatkan para anggotanya pada jabatan-jabatan pemerintahan.

Menurut R.H. Soultau, partai politik adalah sekumpulan warga Negara yang sedikit banyak terorganisir, yang bertindak sebagai suatu kesatuan politik dan yang dengan memanfaatkan kekuasaannya untuk memilih, bertujuan menguasai pemerintahan dan melaksanakan kebijkasanaan umum mereka.

Menurut Prof. E.M. Sait, partai politik adalah dapat dirumuskan sebagai suatu kelompok orang yang terorganisir serta berusaha untuk mengendalikan baik kebijaksanaan pemerintahan maupun pegawai negeri.

Menurut Huszar dan Stevenson, partai poitik adalah  sekelompok orang yang terorganisir serta berusaha untuk mengendalikan pemerintahan agar supaya dapat melaksanakan program-programnya dan menempatkan anggota-anggotanya dalam jabatan pemerintahan.

Menurut Marian D. Irish dan Elke Frank, partai politik adalah merupakan persatuan dari individu-individu yang diorganisasikan unutk memilih, mempengaruhi, dan mengontrol jabatan-jabatan politik.

Menurut Sigmund Neuman, partai politik adalah organisasi dari aktifis-aktifis politik yang berusaha untuk menguasai kekuasaan  pemerintahan serta merebut dukungan rakyat atas dasar persaingan dengan suatu golongan atau golongan-golongan lain yang mempunyai pandangan berbeda.

Berdasarkan pada definisi-definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa partai politik pada hakekatnya merupakan suatu organisasi yang terdiri dari suatu kelompok orang yang mempunyai cita-cita, tujuan, dan orientasi yang sama: di mana organisasi itu berusaha untuk memperoleh dukungan dari rakyat dalam upaya untuk memperoleh kekuasaan dan kemudian mengendalikan jalannya roda pemerintahan.

Menurut Prof. Miriam Budiardjo dalam bukunya “Dasar-Dasar Ilmu Politik“ menyebutkan fungsi-fungsi partai politik adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai sarana komunikasi politik.

Sebagai sarana komunikasi politik, partai politik berfungsi menyalurkan aneka ragam pendapat dan masyarakat dan nmengaturnya sedemikian rupa sehingga kesimpangsiuran pendapat dalam masyarakat berkurang.

2.   Sebagai sarana sosialisasi politik.

Sebagai sarana sosialisasi politik, partai politik memproses seseorang sehingga memperoleh sikap dan orientasi terhadap fenomena politik, ynag umumnya berlaku dalam masyarakat di mana ia berada.

3.   Sebagai sarana rekruitmen politik.

Sebagai sarana rekruitmen politik, partai politik mencari dan mengajak orang yang berbakat untuk turut aktif dalam kegiatan politik sebagai anggota partai, melalui kontak pribadi, persuasi dan lain-lain yang diusahakan untuk menarik golongan-golongan tertentu untuk dididik menjadi kader partai politik tersebut .

4.   Sebagai sarana pengatur konflik

Sebagai sarana pengatur konflik, partai politik berusaha untuk mengatasi konflik-konflik yang terjadi akibat dari persaingan atau perbedaan pendapat dalam masyarakat dan yang dapat menimbulkan konflik.

 

B A B  III

PEMBAHASAN

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa dengan adanya pemilihan gubernur secara langsung maka itu membuka jalan yang lebar bagi partai politik untuk memainkan peranannya, tidak hanya ditingkat perpolitikkan nasional saja tetapi juga ditingkat perpolitikkan lokal atau daerah. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa harapan besar masyarakat Sulawesi Tenggara adalah terlahirnya pemimpin  baru yang mereka pilih sebagai bentuk manifestasi dari dukungan mereka terhadap gubernur yang terpilih nanti. oleh karena itu apabila kita lihat lebih ke belakang maka semua itu tidak lepas dari peranan partai politik dalam usahaya meraih dukungan dari masyarakat Sulawesi Tenggara.

Seperti yang diungkapakan oleh Prof. Miiriam Budiardjo bahwa fungsi partai politik itu adalah sebagai sarana komunikasi politik, sebagai sarana sosialisasi politik, sebagai sarana rekruitmen politik, dan sebagai sarana pengatur konflik, maka jelas bahwa peranan partai politik disini adalah cukup strategis. Bahwa dengan adanya pemilihan secara langsung maka partai politik memiliki peranan yang penting terutama dalam hal pengusulan calon gubernur. Yang menjadi pertanyaan disini adalah apakah pemilihan secara langsung ini mampu menghasilkan pemimpin seperti yang diharapkan masyarakat Sulawesi Tenggara secara umum?

Oleh karena masyarakat tidak dapat memilih seseorang untuk menjadi gubernur dari selain yang dicalonkan dan berhasil lolos verifikasi, maka partai politiklah yang paling menentukan dalam hal pengusulan calon disini. Padahal dalam proses pencalonan itu harus terjadi keterbukaan, kompetisi, dan partisipasi dari masyarakat Sulawesi Tenggara. Dalam banyak kasus yang terjadi adalah justru yang sebaliknya. Diantaranya adalah keharusan pihak bakal calon untuk membayar “sewa perahu”, hal ini jelas bertentangan dengan prinsip kompetisi yang adil, karena hanya orang-orang yang memiliki modal besar sajalah yang dapat mencalonkan dirinya. Padahal yang bermodal itu belum tentu mampu atau tidak kita tidak tahu sama sekali sampai semua yang diaturnya menjadi berantakan dan untuk kepentingan pengembalian modal saja beserta dengan bunga-bunganya. Disinilah dituntut peran penting partai politik untuk tidak lebih mementingkan kondisi keuangan partai saja tetapi juga harus lebih mementingkan kepentingan rakyat.

Melalui pemilihan secara langsung ini maka secara langsung pula masyarakat Sulawesi Tenggara diberi pilihan untuk menentukan sendiri siapa yang mereka anggap mampu menjadi pemimpin mereka dan seperti apakah atau mau dibawah kemanakah perkembangan Sulawesi Tengggra nanti. Hal ini sangat jelas berkaitan dengan peran partai politik dalam hal mengkampanyekan program-programnya yang dibawa oleh calon yang diusungnya. Oleh karena yang akan dipilih nanti dalah pasangan calon yang akan memimpin suatu daerah otonom, maka visi, misi, dan program yang disajikan haruslah merupaka penjabaran bidang dan jenis kewenangan yang menjadi urusan  pemerintah daerah. Oleh  karena itu peran partai politik disini amatlah penting dalam hal mensosialisasikan visi, misi dan program-programnya yang sesuai.

Akan tetapi yang perlu diingat adalah bagi partai-partai di tingkat wilayah atau daerah, kebutuhan untuk membicarakan rencana kerja mereka jika berhasil memenangkan pemilihan sebenarnya sangat ditunggu-tunggu masyarakat luas. Sebenarnya isu-isu konkrit inilah yang bakal membedakan antara satu partai dengan partai lain. Pembahasan masalah kebijkasanaan partai bukan sekedar harapan lagi tapi sudah seharusnya menjadi kewajiban-kewajiban partai. Sebagai misal, isu lokal seperti keamanan di dalam angkutan kota, dan banyak lagi isu lokal yang perlu ditanggapi dan dicari solusinya. Dalam hal ini partai politik tidak hanya berperan penting dalam sosialisasi politik tetapi juga dapat membangkitkan semangat partisipasi politik masyarakat Sulawesi Tenggara khususnya, sebab partai politik itu tidak lagi berkampanye sebatas isu-isu politik saja yang mana kebenaran dan kepastiannya itu masih tersamar-samarkan.

B A B  IV

P E N U T U P

A. Kesimpulan

Dari  pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa dengan adanya pemilihan gubernur secara langsung maka itu membuka jalan yang lebar bagi partai politik untuk memainkan peranannya sehingga dalam kasus yang mencakup dengan isu-isu lokal maka peran partai itu amat penting terutama dalam hal mensosialisasikan visi, misi, dan program-programnya dalam upaya menjalankan fungsinya sebagai sarana sosialisasi politik, sehingga dengan sosialisasinya itu ampu menimbulkan partisipasi masyarakat Sulawesi Tenggara.dengan emikian masyarakat Sulawesi Tenggara dapat secara mandiri menetukan siapa yang menurut mereka pantas sebagai gubernur dan program apa yang mereka sukai dari gubernur itu sehingga jelas seperti apa nanti Sulawesi Tenggara akan terlihat pada mata masa depan. Di sisi lain peran partai poltik dalam upaya megusulkan calon gubernur yang sesuai dengan keinginan masyarakat Sulawesi Tenggara dan melibatkan partisipasi masyarakat Sulawesi Tenggara secara terbuka, dan berkompetisi juga merupakan peran pentingnya dalam pemilihan gubernur Sulawesi Tenggara tahun 2007 ini.

Dari kesemua itu tidak lepas dari upaya partai politik mulai dari rekruitmen, pengusulan calon, sosialisasi politik, sampai pada upaya meraih dukungan masyarakat Sulawesi Tenggara, sehingga jelas bagi kita bhwa itulah sebenarnya peranan partai politik dalam pemilihan gubernur Sulawesi Tenggara 2007.

B. Saran

Akhirnya sebagai saran dari penyusun seyogyanya peranan-peranan partai politik ini haruslah benar- benar untuk kepentingan masyarakat Sulawesi Tenggara bukan untuk kepentingan kelompok tertentu.

DAFTAR PUSTAKA

Budiardjo. Miriam. 1997. Dasar-Dasar Ilmu Politik. PT Gramedia:Jakarta

Cipto, Bambang. 2000. Bebek Dungu: Presiden Professional Atau Politik Dinasti?. Bigraf Publishing:Yogyakarta

Mubarok, M. Mufti. 2005. Suksesi Pilkada : Jurus Memenangkan Pilkada Langsung. PT. Java Pustaka Media Utama:Surabaya

2 comments on “PERANAN PARTAI POLITIK DALAM PEMILIHAN LANGSUNG GUBERNUR

  1. XP2 Scout
    05/12/2010

    Wuih … artikelnya berat banget nich. Tapi bagus Pak. Maaf baru bisa kunjung balik.

    XP2 Scout

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 13/10/2010 by in sosial & politik.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,394 other followers

%d bloggers like this: