Initial Ss…

Sekedar Ingin Berbagi….

Filateli dan Prangko

Filateli-Hobi Mengumpulkan Prangko

Hobi yang satu ini memang saat ini telah kurang mendapat perhatian dari banyak kalangan. Hanya sebagian orang saja yang mungkin hingga kini masih menekuni bidang ini. Hal ini mungkin karena penggunaan prangko yang sudah semakin berkurang seiring dengan berkurangnya minat masyarakat terhadap surat-menyurat. Dimana masyarakat sekrang cenderung menggunakan ponsel sebagai media surat-menyurat.

Tidak dapat dipungkiri bahwa prangko saat ini sudah semakin kurang penggunaannya, apalagi dengan digantikan dengan resi pengiriman lainnya. Dengan penggunaan resi Kilat Khusus contohnya, telah membuat prangko seperti tergantikan fungsinya sebagai tanda perlunasan.

Tentu saja dengan kemajuan tekhnologi saat ini orang-orang cenderung untuk jarang memenfaatkan Prangko atau pun menekuni hobi yang satu ini. Tetapi disisi lain ternyata masih banyak juga yang menaruh minat pada bidang ini. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya orang bergabung dalam komunitas-komunitas atau perkumpulan-perkumpulan semacam ini. Baik yang nyata maupun didunia maya/internet saat ini.

Seperti yang kita ketahui bahwa semula prangko adalah tanda perlunasan biaya pengeposan. Tetapi kemudian Doktor Gray, seorang pejabat Museum di Inggris melakukan hal yang tiadk biasa. Ia mencari dan mengumpulkan prangko untuk dijadikannya sebagai benda koleksi. Doktor Gray mencari prangko melalui surat kabar The London Times. Doktor Gray kemudian tercatat sebagai pengumpul prangko pertama di dunia. .

Selain itu, berbeda dengan Doktor Gray, seorang guru di Perancis dalam proses belajar-mengajarnya ia menggunakan prangko sebagai alat peraga mata pelajarn Geografi yang semula kurang diminati menjadi pelajaran yang menarik. Dalam waktu singkat timbullah prangko diantara murid-murid sekolah. Mereka barsaing untuk memiliki koleksi prangko paling banyak dan paling bagus, dan bertukar prangko untuk melengkapi koleksinya. Hasrat ini berkembang dan menyebabakan munculnya kolektor-kolektor yang berupaya mendapatkan prangko-prangko istimewa atau langka dengan ketelitian yang luar biasa.

Para pengumpul prangko dan filatelis semakin lama semakin ningin bertemu, berkumpul dan mendiskusikan hobi mereka. Pada akhirnya terbentuklah Klub-klub dan federasi filateli seperti Federation Internationale de Philatelie – FIP (Federasi Filateli Internasional), Federations of Inter Asian Phlately – FIAP (Federasi Filateli Asia Pasifik). Di Indonesia didirikan Perkumpulan Filatelis Indonesia – PFI, yang telah menjadi anggota FIP dan FIAP.

Perkembangan Filateli

Kata filateli berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata yaitu philos, yang berarti teman dan atelia, yang berarti pembebasan. Pembebasan yang dimaksud disini adalah pembebasan atas biaya kirim oleh pengirim surat sehingga si penerima terbebas dari beban itu. Istilah filateli ini pertama kali dipergunakan oleh seorang bangsa Perancis bernama Herpin pada tahun 1864.

Pendalaman terhadap hobi yang timbul dari keinginan untuk mempelajari dan meneliti prangko dan benda-benda lainnya yang berkaitan dengan prangko dan perprangkoan secara lebih jauh ini disebut dengan filateli. Orang yang mempunyai kegemaran seperti ini disebut filatelis. Secara sempit sebutan filatelis ini juga digunakan untuk mereka yang pangumpul prangko. Tetapi sebenarnya sebutan filatelis ini adalah sebutan untuk seorang “ahli prangko”. Hal ini karena seorang bisa disebut filatelis kalau ia sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam bidang perprangkoan, sehingga ia bisa disebut seorang “ahli prangko” atau filatelis. Sebaliknya seorang filatelis belum tentu mengumpulkan atau memiliki prangko dalam jumlah besar.

Disamping itu terdapat pula mereka yang pekerjaannya berhubungan dengan prangko, yaitu pedagang prangko, juru-lelang prangko, konsultan prangko (ahli yang meneliti prangko langka), penerbit katalog prangko dan lain-lain.

Karena sifatnya yang universal dan merupakan benda seni, maka tidak heran maka filateli banyak digemari orang, tidak terbatas pada usia, bangsa, agama, golongan, serta status sosial seseorang. Bahkan beberapa orang-orang besar dunia banyak yang memiliki hobi seperti ini, diantaranya adalah Raja George V dari Inggris, Presiden Roosvelet dari Amerika Serikat, Raja Alfonso XIII dari Spanyol, Raja Fuad dari Mesir, dan Ratu Marie dari Rumania.

Banyak hal yang membuat filateli menjadi makin menarik. Hal tersebut terutama pada penyelidikan akan perbedaan-perbedaan dan penyimpangan-penyimpangan dalam penecetakan prangko terutama sekali pada waktu pencetakan belum sempurna seperti sekarang. Banyak juga hal khusus yang menjadikan prangko menjadi “langka” sehingga bisa menaikkan nilai filatelinya, dan tentu saja harganya pun bisa naik melebihi angka nominal prangkonya. Sifat kertas dan perekat prangko pun tidak luput dari penelitian. Bahkan perbedaan-perbedaan kecil, yang hanya dapat dilihat dengan kaca pembesar (loupe; magnifying glass) pun dapat menimbulkan perbedaan harga yang besar. Perbedaan kertas dan perekat, perbedaan garadasi warna dan pergigiannya juga tidak kalah penting.

Manfaat Filateli

Banyak hal atau persitiwa-peristiwa penting dicurahkan dalam prangko. Prangko-prangko yang diterbitkan oleh berbagai negara banyak menampilkan hal-hal yang berkaitan dengan sejarah, ekonomi, politik, kebudayaan, flora, fauna, dan sebagainya. Prangko tidak hanya sebagai kertas carik lagi. Bahkan prangko juga bisa sebagai media informasi yang sangat sederhana. Seperti halnya lukisan, prangko pun menyimpan nilai yang bisa diambil oleh penikmatnya. Lebih jauh lagi prangko-prangko juga pada akhirnya nanti bisa bernilai sejarah atau bahkan bisa menjadi bukti sejarah bagi suatu negara tertentu. Hal inilah yang menyebabkan prangko menjadi hal yang berbeda. Dengan menjadi pengumpul prangko tentu saja dapat memberi pengathuan umum yang bisa dikatakan sangat luas. Karena hampir seluruh kehidupan manusia tercermin pada prangko yang pernah diterbitkan selama ini.

Benda-Benda yang Dikumpulkan

Benda koleksi utama bagi seorang filatelis sudah pasti adalah prangko. Akan tetapi benda-benda filatelis tidak hanya prangko saja yang bisa dikoleksi. Benda-benda filatelis lainnya diantaranya adalah :

  1. Prangko Pungut, dikenal juga dengan istilah “porto”. Prangko pungut diterbitkan dengan maksud untuk digunakan melunasi kekurangan porto surat yang harus dibayar oleh penerima surat di kantor pos tujuan. Jadi tidak digunakan untuk memrangkoi surat.
  2. Sumbangan Ongkos Cetak (SOC), Bentuk dan desainya menyerupai prangko pungut yang dimaksudkan untuk mebayar biaya yang berkaitan dengan urusan pos seperti untuk melunasi ongkos biaya cetak kartu iuran TV (sewaktu pemungutan iuran TV masih dikeluarkan oleh Perum Pos dan Giro).
  3. Carik PUS, berbentuk carik dengan dibubuhi huruf PUS (Perlakuan Khusus) dan tulisan “Bea Rp. 25,-“. Digunakan untuk melunasi bea yang harus dibayar oleh penerima kiriman untuk pengantaran bungkusan atau sampul berukuran besar.
  4. Benda Pos Bercetakan Prangko (Postal Stationery), untuk memudahkan para pemakainya maka Pemerintah menerbitkan juga benda-benda pos bercetakan prangko. Dengan demikian pemakai benda-benda pos tidak perlu lagi menempelkan prangko pada benda-benda pos tersebut. Benda-benda pos bercetakan prangko yang pernah diterbitkan antara lain kartu pos, kartupos kilat, warkatpos, warkatpos kilat, kartupindah, warkatpos khusus untuk pegawai pos, warkatpos udara (aerogram).
  5. Sampul Hari Pertama, yaitu sampul yang diterbitkan bersamaan dengan penerbitan prangko baru, pada bagian depannya memuat satu atau beberapa prangko tersebut dan dibubuhi teraan cap “Hari Terbit Pertama” sedangkan pada bagian depan sebelah kiri memuat lukisan serta tulisan yang sesuai dengan maksud penerbitan prangko yang bertalian.
  6. Karnet, yaitu kertas tebal berbentuk lipatan yang pada bagian didalamnya ditempeli prangko terbitan baru yang telah dibubuhi cap Hari Terbit Pertama sedang bagian luarnya memuat tulisan atau gambar yang sesuai dengan prangko tersebut.
  7. Carik Kenangan/souvenir sheet, yaitu sehelai kertas dengan umuran lebih besar dari prangkonya, tepinya tidak bergigi dan di dalamnya memuat sebuah prangko atau lebih. Ukuran prangko dan perforasinya sama dengan ukuran dari prangko aslinya, tetapi kadang-kadang warna dan harga nominalnya berbeda dan diterbitkan bersamaan waktunya dengan penerbitan prangko baru. Disamping itu diterbitkan carik kenangan dalam rangka penyelenggaraan suatu pameran prangko internasioanl, jadi tidak ada kaitannya dengan penerbitan prangko baru. Carik kenangan dapat dipergunakan untuk memrangkoi surat.
  8. Kartu Maksimum/Maximum Card, ialah kartu pos yang memuat gambar yang berkaitan dengan penerbitan prangko baru dan diterbitkan oleh Pos atau pihak swasta. Prangkonya ditempelkan pada bagian belakang kartupos yang memuat gambar dan kemudian dibubuhi teraan cap “hari Penerbitan Pertama”.
  9. Sampul Peringatan/Commeromorative Cover, yaitu sampul yang khusus dibuat untuk menandai atau memperingati suatu peristiwa yang dianggap penting. Berebda dengan sampul hari pertama yang hanay boleh dibuat oleh Pos, sampul peringatan dapat dibuat oleh siapa saja. Biasanya kalau diterbitkan oleh Pos atau PFI diterbitkan juga cap khususnya. Sedangkan kalau diterbitkan oleh perorangan maka sampul peringatan diusahakan dibubuhi cap tanggal yang sesuai dengan tanggal peringatan persitiwa tersebut.
  10. Buku Prangko/satmp booklet, yaitu buku kecil yang lembaran dalamnya memuat beberapa prangko. Tujuan penerbitannya untuk promosi, juga untuk memudahkan penyimpanannya dalam saku sehingga dapat dibawa kemana-mana dan prangko-prangkonya dapat dipakai sewaktu-waktu diperlukan misalnya untuk berkirim surat dan sebagainya.

Sumber referensi :
“Mengenal Dunia Filateli” edisi 1996 disusun oleh H. Soerjono, Bc.A.P.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 05/11/2011 by in Filateli.
%d bloggers like this: