Initial Ss…

Sekedar Ingin Berbagi….

Anemia

Pengertian Anemia adalah suatu kondisi dimana terjadi penurunan kadar hemoglobin (Hb) atau sel darah merah (eritrosit) sehingga menyebabkan penurunan kapasitas sel darah merah dalam membawa oksigen. Dimana ukuran hemoglobin untuk laki-laki sehat adalah Hb 14-18 gr, sedangkan wanita sehat adalah Hb 12-16 gr.

Anemia bisa menyebabkan banyak masalah. Pada anak-anak misalnya, anemia memberi pengaruh pada penurunan daya pikir dan kecerdasan anak karena anemia ini mempengaruhi pasokan oksigen dalam ke seluruh tubuh termasuk otak.

Tingkat keparahan anemia dapat dilihat berdasarkan ukuran hemoglobin tersebut :

  • Kadar Hb 8 – 10 gr : Anemia Ringan
  • Kadar Hb 5 – 8 gr : Anemia Sedang
  • Kadar Hb kurang dari 5 gr : Anemia Berat

Jenis anemia yang lain ada tiga jenis algi yang sering terjadi dimsayarakat :

  1. Anemia aplastik
    Terjadi bila sel yang memproduksi sel darah merah (pada sumsum tulang belakang) tidak berfungsi baik. Hal ini dapat terjadi karena infeksi virus, radiasi, kemoterapi, atau sebagai dampak dari penggunaan obat tertentu.
  2. Anemia megalobastik
    Kebanyakan disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 atau folat
  3. Anemia hemolitik
    Terjadi ketika sel darah merah hancur secara dini, lebih cepat dari kemampuan tubuh untuk memperbaharuinya. Penyebab jenis ini bermacam-macam, bisa bawaaan seperti thalasemia, sickle cell anemia. Pada kasus lain, seperti misalnya reaksi atas infeksi atau  obat-obatan tertent, sel darah merah dirusak oleh antibodi tubuh.

Gejala Anemia adalah cepat lelah, wajah pucat, kurang bergairah, tidak mampu berkonsentrasi, mengantuk, kurang selera makan, pusing, sesak napas, mudah kesemutan, rasa mual, jantung berdebar, dan warna kulit serta bagian putih kornea mata tampak kekuningan.

Penyebab anemia dapat disebabkan oleh hal-hal adalah sebagai berikut :

  1. Kekurangan zat besi, Vitamin B12, asam folat, Vitamin C, serat unsur-unsur lainnya yang membentuk sel darah merah,
  2. Bagi wanita terjadi menstruasi yang berlebihan sehingga menyebabkan kekurangan zat besi,
  3. Kehamilan; sebab janin bagi ibu hamil itu juga menyerap zat besi dan vitamin untuk pertumbuhannya,
  4. Penyakit tertentu;  gastritis dan usus buntu dapat menyebabkan anemia karena dapat menyebabkan pendarahan terus menerus di saluran pencernaan,
  5. Obat-obatan tertentu; Aspirin, anti inflamasi, dll dapat menyebakan pendarahan lambung, sedangkan antasid, Pil KB, antiarthiritis, dll dapat menyebabkan masalah dalam penyerapan zat besi,
  6. Gasterktomi (operasi pengambilan sebagian atau seluruh lambung); dapat menyebabkan anemia sebab tubuh kurang menyerap zat besi,
  7. Penyakit radang kronis; lupus, arthirits rematik, penyakit ginjal, masalah pada kelenjar tiroid, beberapa jenis kanker dapat mempengaruhi proses pembentukan sel darah merah,
  8. Infeksi cacing tambang, malaria, atau disentri; pada anak-anak bisa menyebabkan kekurangan darah yang parah.

Pencegahan anemia dapat dilakukan dengan menjaga pola makan :

  • Sertakan makanan yang mengandung banyak zat besi. Dari buah-buahan seperti apel, pisang. Dari sayur-sayuran seperti asparagus, labu, ubi, rambat, brokoli, tumbuhan merambat, kacang merah, tahu, dan biji-bijian
  • Makan makanan yang mengandung zat vitamin C. Ini akan membantu meningkatkan penyerapan zat besi.
  • Jika mengkonsumsi obat diusahakan atas saran dokter, sebab ada beberapa obat yang bisa menghambat masuknya zat besi dan vitamin B ke dalam tubuh.
  • Bagi vegetarian baiknya dsikusikan masalah kesehatan dengan ahlinya mengingat Vitamin B12 banyak didapat dari makanan berdaging.

Pengobatan anemia dapat dilakukan dengan meminum obat-obatan anti anemia, namun harus disesuaikan dengan jenis anemia yang diderita. Karena itu meski berhati-hati, bila perlu konsultasikan terlebih dahulu pada ahlinya/dokter. Pada umumnya obat anemia memiliki efek samping berua gangguan gastroitensial seperti mual-mual, muntah, kembung, konstipasi atau diare. Kontradiksi obat anemia umumnya adalah pada pasien yang mengalami transfusi darah berulang atau anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi, pasien dengan ulkus peptikum, hemokromatosis, colitis, ulseratif, enteritis atau penderita hipersensitif terhadap salah satu atau kedua zat aktif.

Pengobatan ini dapat dilakukan berdasarkan jenis anemianya :

  1. Anemia kekurangan zat besi
    Yaitu suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (protein pengangkut oksigen) dalam darah berada dibawah normal.
    Obat :
    Sediaan garam zat besi oral : Fero Sulfat, Fero Fumarat, dan Fero Glukonat.
  2. Anemia Megaloblatik karena kekurangan asam folat
    Asam Folat bersama Vit. B12 sangat penting untuk metabolisme intrasel. Asam folat dan Vit. B12 dibutuhkan untuk sintesis DNA yang normal sehingga kekurangan salah satu vitamin ini menimbulkan gangguan produksi dan maturasi eritrosit yang memberikan gambaran sebagai anemia megaloblatik.
    Obat : Asam Folat
  3. Anemia Pernisiosa, degenarasi medula spinalis kombinasi sub akut
    Penyerapan yang tidak adekuat dari Vit. B12 (kobalamin) menyebabkan anemia pernissiosa, yaitu suatu kondisi dimana lambung tidak dapat membentuk faktor intrinsik (suatu protein yang dibuat di lambung) sehingga Vit. B12 tidak dapat diserap dalam usus dan terbuang bersama tinja sehingga terjadilah anemia. Agar dapat diserap Vit. B12 harus bergabung dengan faktor intrinsik yang kemudian ikut terangkut ke ileum, menembus dindingnya dan masuk ke dalam aliran darah. Dalam hal ini penderita tidak dapat menyerap Vit. B12per-oral karena itu diberikan melalui suntikan.
    Obat : Hidroksikobalamin, Sianokobalamin (penderita berat).
  4. Anemia karena kekurangan zat eritropoietin
    Obat : Epoetin Alfa dan Epoetin Beta (Epoetin adalah rekombinan eritropoietin manusia.
    Epoetin alfa digunakan untuk mengobati anemia yang disebabkan oleh obat tertentu seperti kemoterapi dan zidovudine obat yang digunakan untuk mengobati HIV. Juga digunakan untuk mencegah dan mengobati anemia  yang mungkin terjadi karena kehilangan darah sewaktu operasi.  Epoetin alfa termasuk obat protein eritropoetik yang bekerja  dengan cara mempengaruhi sum-sum tulang belakang untuk membuat lebih banyak sel darah merah. Hal ini akan meningkatkan energi dan tingkat aktivitas, juga mengurangi kebutuhan untuk transfusi darah.
    Epoetin Beta digunakan untuk mengobati pasien dengan gejala anemia yang berhubungan dengan penyakit ginjal kronis dan untuk mengobati anemia yang berhubungan dengan kemoterapi pada pasien kanker.

Daftar Pustaka :

  1. Dipiro, J.T..2009. Pharmacoterapy Handbook 7th editioan. Mc Graw Hill. New York. Hal 636
  2. Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2007. Farmakologi dan Terapi Edisi 5. Gaya Baru. Jakarta. Hal. 794-803
  3. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. 2008. Informatorium Obat Nasional Indonesia 2008. Sagung Seto. Jakarta. Hal. 634-648
  4. http://www.zonkesehatan.com/gejala-penyebab-anemia-dan-cara-pencegahan-anemia.html

Sumber Materi : Anti Anemia.  2011. Buletin Informasi Produk Terateik, Vol. 21/No. 1 November 2011. Hal 1 & 7 – 8.

One comment on “Anemia

  1. selimut
    02/01/2016

    rajin2 aja makan sayuran supaya tdk terkena anemia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 02/12/2011 by in Kesehatan.
%d bloggers like this: