Initial Ss…

Sekedar Ingin Berbagi….

Black Campaign Jelang Pilpres 2014, Momentum atau Bomerang ?

Sudah lama sekali sejak posting saya yang terkhir. Kali ini berkat momen penting di arena demokrasi kita di Indonesia, dimana Pemilu Presiden yang kian mendekat, membawa saya pada suatu ide “Black Campaign”.

Disini saya tidak bermaksud mengulas ataupun mengulang penjelasan yang sudah sering kita dengar akhir-akhir ini. Yang perlu dipahami disni adalah Balck Campaign bukan sesuatu yang baru lagi. Terakhir ini saya baru saja mendapat sebuah pesan yang disebar dengan menggunakan BBM.  Hal ini tentu saja tidak mengenakkan apalagi kalau kebetulan yang menjadi bahan black campaign tersebut adalah orang yang kita dukung. Bukan berarti semua capres dan cawapres 2014 tidak memiliki isu negative sama sekali. Tapi Black Campaign seperti itu bukanlah cara yang benar & baik untuk mengungkapkan kebenaran bukan ?? Terlebih negara kita adalah negara hukum, jika cukup benar dan memiliki bukti valid kenapa tidak langsung saja membawa masalah tersebut ke ranah hukum?? Saya pikir masing-masing punya alasannya.

Coba simak beberapa ulasan tentang black campaign yang sengaja saya kopas berikut :

“Black campaign adalah suatu model atau perilaku atau cara berkampanye yang dilakukan dengan menghina, memfitnah, mengadu domba, menghasut atau menyebarkan berita bohong yang dilakukan oleh seorang calon atau sekelompok orang atau partai politik atau pendukung seorang calon terhadap lawan atau calon lainnya”

“Dalam Pasal 84 Undang-Undang Nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, terdapat larangan terhadap kampanye pemilu yang tidak boleh dilakukan. Termasuk black campaign, yaitu :

  1. Menghina seseorang, ras, suku, agama, golongan calon atau peserta pemilu yang lain.
  2. Menghasut dan mengadu domba perseorangan ataupun masyarakat.

“Terhadap black campaign ini, maka Pasal 270 Undang-Undang Nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah memberikan ancaman pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 24 (dua puluh empat) bulan, dan denda paling sedikit Rp. 6.000.000 (enam juta rupiah) dan paling banyak Rp. 24.000.000 (dua puluh empat juta rupiah).”

“Dijelaskan oleh Eriko Sotarduga dari Koordinatoriat Tim Relawan untuk Pemenangan Jokowi-JK, kampanye hitam bisa dibedakan dua jenis :

  1. Pertama adalah negative campaign yang muaranya adalah adu program, dimana masing-masing tim kampanye berusaha menunjukkan kelemahan program yang diusung tim lain. Caranya adalah dengan menunjukkan fakta-fakta sebenarnya yang terjadi di lapangan.
  2. Kedua, adalah black campaign yang dilakukan dengan mengkampanyekan suatu informasi yang tak benar atas kandidat tertentu. “

“Menurut Prabowo, Black campaign itu tandanya orang panik. Orang tidak mau berpikir baik, selalu berpikir jelek.”

“Sama seperti energi, dalam kondisi tertentu, momentum suatu sistem akan kekal atau tidak berubah. Untuk memberikan pemahaman mengenai hal tersebut, maka akan digunakan konsep Pusat Massa. Dengan demikian, apabila energy Black campaign digunakan untuk menyerang kelompok lain maka yang terjadi adalah energy tersebut akan “melentingkan bola” yang seharusnya “dikempesin”.

Dari ulasan singkat di atas sepertinya saya mulai paham, bahwa black campaign bisa dilakukan untuk menjatuhkan lawan politik ataupun manikkan reputasi pihak yang melakukan black campaign. Tergantung pada seberapa aman berita yang disebarluaskan itu bisa berakibat buruk, toleransi dari efek black campaign tersebut, dan kemampuan membalikkan isu.

Saya sendiri tidak bisa mengatakan bahwa pihak yang saya dukung tidak melakukan black campaign (BC) ataupun sebaliknya, tapi jelas sekali bahwa black campaign memiliki kebaikan & juga keburukannya sendiri. Melihat sebagian dari masyarakat Indonesia yang cenderung memiliki rasa empati yang tinggi, media massa bisa memberi hal yang positif terhadap pihak yang di BC tersebut, sebaliknya media massa juga bisa berperan sehingga efek negative black campaign bisa sangat menjatuhkan reputasi.

Jika hal ini benar, maka black campaign bisa bermomentum menjadi negative campaign, ataupun sebaliknya negative campaign bisa berboomerang menjadi black campaign.

Referensi saja :

  1. Tim Jokowi-JK Berharap Black Campaign Dihentikan
  2. Prabowo: Black Campaign Tanda Orang Panik
  3. Arti Black Campaign yang Sebenarnya
  4. Kampanye politik
  5. Efek Jokowi
  6. Black Campaign = Hukum Kekekalan Momentum
  7. Black Campaign

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 29/05/2014 by in Opiniku, sosial & politik.

Navigation

%d bloggers like this: